Pertumbuhan dan Perkembangan

 Assalamualaikum wr.wb

Nama   : Shafa Riandani

Kelas.   : XII MIPA

Mapel  : Biologi ( Pertumbuhan dan Perkembangan )


Tugas !!!


Jawab :

1.  Struktur Perkecambahan Epigeal

    1). Kotiledon

         Kotiledon dan satu atau dua keping biji.  Pada tanaman monokotil, kotiledon mengalami modifikasi menjadi skutelum dan koleoptil. 

Endosperma dan kotiledon, berfungsi menyimpan cadangan makanan dan menutrisi embrio.

   2). Plumula

        Plumula : Bakal Daun

   3). Hipokotil

        Hipokotil : bagian sumbu embrio yang berada di bawah kotiledon

   4). Radikula

        Radikula : bakal akar 

   5). Kulit Biji
       
       Kulit biji, berfungsi untuk melindungi biji.


2. Struktur pertumbuhan primer pada akar
 
     1.) Diferensiasi (Zona Pematangan)
Tersusun atas sel-sel yang mengalami proses diferensiasi, sehingga memiliki 
struktur dan fungsi khusus. Epidermis pada daerah diferensiasi sudah 
terdiferensiasi dan tumbuh bulu-bulu akar, xilem dan floem.

 Daerah diferensiasi, daerah yang sel-selnya mengalami perubahan fungsi menjadi jaringan yang lebih kompleks. Seperti misalnya: epidermis, korteks, xylem, floem, dan sklerenkim,  

     2.) Pemanjangan (Zona Pemanjangan)
Tersusun atas sel-sel yang memiliki kemampuan untuk membesar dan 
memanjang. Pembentangan sel di daerah ini akan mendorong akar untuk 
menembus tanah

Daerah pemanjangan, terletak setelah daerah pembelahan. Di daerah ini, sel akan mengalami pemanjangan dan pembesaran. Akibatnya, tumbuhan pun akan menjadi lebih besar dari sebelumnya.


      3.) Pembelahan (Zona Pembelahan sel)
Tersusun oleh sel-sel meristem yang berbentuk kotak dan berukuran sangat 
kecil. terdapat pada bagian ujung, di belakang tudung akar. Pada daerah ini 
terdapat meristem primer dan meristem apikal dengan sel-sel yang aktif 
membelah (meristematik). Meristem apikal merupakan pusat pembelahan sel. 

Daerah pembelahan, berada di bagian ujung akar dan ujung batang






Jawab :

1. Membran sel bersifat semipermeabel artinya lapisan ini hanya dapat dilewati oleh air dan zat-zat tertentu. Hal ini dikarenakan membran sel merupakan membran polimerik biologis yang tersusun dari fosfolipid lapisan ganda sehingga memungkinkan ion atau molekul tertentu bisa melewatinya.

Membran sel mempunyai dua sifat sekaligus, yaitu semipermeabel dan selektif permeabel. Membran sel bersifat semipermeabel artinya lapisan ini hanya sanggup dilewati oleh air dan zat-zat tertentu. Sementara itu dikatakan bersifat selektif permeabel sebab beliau hanya sanggup dilalui oleh ion dan molekul polar tertentu.

Membran sel bersifat semipermeabel sebab organel ini termasuk ke dalam jenis membran polimerik biologis. Jenis ini memungkinkan ion atau molekul tertentu sanggup melewatinya. Membran sel tersusun dari fosfolipid lapisan ganda yang mempunyai sifat semipermeabel.

Sifat semipermeabel membran sel memungkinkan terjadinya transportasi zat-zat yang diharapkan atau tidak diharapkan sel. Lalu lintas zat pada membran tersebut terjadi melalui transpor pasif dan transpor aktif

2. Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki inti sel (nukleus) sejati, serta tidak memiliki organel bermembran, seperti retikulum endoplasma dan badan golgi. Materi genetik mengumpul pada suatu daerah dalam sel yang disebut nukleoid, dan biasanya berasosiasi dengan membran sel. Contoh sel prokariotik adalah sel bakteri.

Sel eukariotik adalah sel yang telah memiliki nukleus sejati yang dilindungi oleh membran ganda, serta memiliki organel bermembran. Materi genetiknya terpisah secara fisik dari komponen sitoplasma yang lain, dan dapat terlihat jelas pada pewarnaan umum sel. Organisme yang memiliki sel eukariotik adalah semua organisme dari Domain Eukarya, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan jamur.



perbedaan lengkap sel prokariotik dan sel eukariotik.

A. Asal kata

Sel Prokariotik : pro = sebelum dan karyon = inti sel

Sel Eukariotik : eu = sejati dan karyon = inti sel

B. Organisme

Sel Prokariotik : bakteri dan ganggang biru

Sel Eukariotik : protista, fungi (jamur), hewan, dan tumbuhan

C. Lokasi DNA

Sel Prokariotik : di dalam cairan sitoplasma

Sel Eukariotik : sebagian besar di inti sel (nukleus)

D. Bentuk DNA

Sel Prokariotik : membulat

Sel Eukariotik : memanjang

E. Ukuran

Sel Prokariotik : 1-10 mikrometer

Sel Eukariotik : 5-100 mikrometer

F. Metabolisme

Sel Prokariotik : aerob dan anaerob

Sel Eukariotik : aerob

G. Organel

Sel Prokariotik : sedikit, bahkan tidak ada

Sel Eukariotik : lengkap (misalnya mitokondria, badan golgi, lisosom, retikulum endoplasma)

H. Sitoplasma

Sel Prokariotik : tidak ada rangka sel (sitoskeleton)

Sel Eukariotik : ada sitoskeleton yang tersusun atas filamen protein

I. RNA dan Protein

Sel Prokariotik : disintesis pada beberapa kompartemen

Sel Eukariotik : sitensis RNA terjadi di nukleus, sedangkan protein di sitoplasma

J. Organisasi seluler

Sel Prokariotik : pada umumnya bersel satu (uniseluler)

Sel Eukariotik : pada umumnya bersel banyak (multiseluler)

K. Membran inti

Sel Prokariotik : tidak memiliki membran inti

Sel Eukariotik : memiliki membran


3. Lemak merupakan salah satu komponen utama penyusun sel. Adapun peran lemak yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Lemak, bersama dengan karbohidrat dan protein, membentuk membran sel.

Lemak merupakan sumber energi cadangan sel.

Fosfolipid sebagai penyusun dinding sel sehingga merupakan pelindung dari benturan dan juga sebagai penjaga suhu sel.

Lemak mempunyai fungsi seluler dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel.

4. Nukleus terdiri dari beberapa bagian yakni :

Selaput Inti (Membran inti)

Membran sel inilah yang membedakan antara sel eukaripotik dengan sel prokariotik, dimana pada sel prokariotik tidak ada membran sel.Membran sel ini disebut juga karyotecha, dari kata karyon=inti; dan techa = kulit.

Membran inti adalah bagian terluar dari inti sel. Fungsi membran inti sel secara keseluruhan adalah mengadakan pertukaran zat dengan sitoplasma. Pada membran inti, terdapat pori yang berfungsi dalam pertukaran makromolekul.

Melalui membran sel inilah nukleus dapat mengeluarkan berbagai macam RNA dan sub unit ribosom ke sitoplasma karena memiliki struktur sebagai berikut:

Dalam mikroskop elektron menunjukkan bahwa membran nukleus memiliki 2 lapis membran unit pararel yang dipisahkan oleh celah sempit  berukuran antara 40-70 nm yang disebut sisterna perinukleus atau intermembran space.

Lembaran yang terdapat di sebelah dalam disebut selaput dalam atau selaput nukleoplasmik, sedangkan lembaran luar disebut juga dengan selaput sitosolik. Selaput nuklear tidak berupa lembaran-lembaran yang utuh. Namun, seperti penapis, selaput nukleus memiliki lubang-lubang dibeberapa tempat. Lubang-lubang tersebut dinamakan pori nuklear. Pori nuklear ini terbentuk akibat menyatunya dwilapis lipida sari selaput luar-dalam. Adanya pori nuclar ini membantu memudahkan pengangkutan bahan dan senyawa makro dari sitoplasma.

Fungsi utama dari pori nukleus adalah untuk sarana pertukaran molekul antara nukleus dengan sitoplasma. Molekul yang keluar, kebanyakan mRNA, digunakan untuk sintesis protein. Pori nukleus tersusun atas 4 subunit, yaitu subunit kolom, subunit anular, subunit lumenal, dan subunit ring. Subunit kolom berfungsi dalam pembentukan dinding pori nukleus, subunit anular berguna untuk membentuk spoke yang mengarah menuju tengah dari pori nukleus, subunit lumenal mengandung protein transmembran yang menempelkan kompleks pori nukleus pada membran nukleus, sedangkan subunit ring berfungsi untuk membentuk permukaan sitosolik (berhadapan dengan sitoplasma) dan nuklear (berhadapan dengan nukleoplasma) dari kompleks pori nukleus. Selaput luar selubung berhubungan langsung dengan Retikulum endoplasma. Permukaan sitosolik ditempeli oleh ribosom yang terlibat dalam sintesis protein.

Berdasarkan strukturnya, dapat dinyatakan bahwa terdapat tiga cara pengangkutan dari dan ke sitoplasma.

Cara pertama merupakan cara langsung dengan melewati pori nuclear.

Cara kedua merupakan pengangkutan lewat selaput dalam menuju ke ruang perinuklear dan diteruskan ke sisterna reticulum endoplasma.

Cara ketiga adalah dengan jalan pinositosis (proses dimana partikel-partikel kecil yang berupa cairan ditangkap oleh sel dengan cara memecah partikel-pertikel kecil tersebut menjadi partikel-partikel yang lebih kecil).

Anak Inti (Nukleolus)

Struktur nukleolus (anak inti) disebut juga butir inti. Nucleoli (jamak) akan terlihat di bawah pengamatan mikroskop electron sebagai sebuah atau lebih bangunan basofil yang berukuran lebih besar daripada ukuran butir-butir kromatin. Dibawah mikroskop nukleus dibedakan menjadi 2 bagian: Nukleonema yang berbentuk bunga karang (trbeculae) dan gelap. Dan pars amorpa berupa celah-celah yang terang. Sejak periode Mikroskop elektron nukleolus disebutkan memiliki 4 bagian
Daerah butiran mengandung butiran-butiran yang bundar, gelap, diameter 15- 20 nm, sedikit lebih kecil daripada ribosom. Dinding serat memiliki serat-serat berdiameter 5 – 10 nm. Kedua daerah butiran dan daerah dihubungkan oleh semacam benang halus dan sama terendam dlam kandung matriks.

Daerah kromatin terdiri dari serat-serat yang lebih terang dari daerah serat, berdiameter 10 nm, membentang dari satu sisi ke sisi lain nucleolus. Pusat pengatur nucleolus ini terletak pada daerah gentingan setiap kromatin, dan selama interfase selalu terletak pada bagian dalam nucleolus. Besar nukleolus sesuai dengan aktifitas sel. Jika nukleolus besar, berarti sel giat mensintesa. Ribosom dengan (dengan ARN-r) disintesa oleh AND di dalam nukleolus, dan diangkut ke sitoplasma lewat pori inti.

Tiga jenis nukleoli: ada jenis yang berongga ada berlobang-lobang terang di dalam daerah yang gelap. Nukleoli jenis ini terdapat pada sel hati, leukosit, limfoblast (sel induk limfosit), meiloblast.

Pada jenis padat tak berlobang-lobang terang, semua bagian nukleolus homogen. Pada jenis cincin daerah gelap membentuk cincin di sebelah luar bagian terang yang berupa lobang besar di tengah. Jenis cincin ini terdapat pada sel otot, endotel, dan sel plasma.

Bentuk dan ukuran nukleolus teratur dan tetap pada sel normal, dan menjadi tak karuan dan tetap pada sel tumor. Pada penderita leukemia limfoblast yang parah jenis cincin ditemukan bersama jenis  berongga  yang normal. Nukleus dapat menjalankan fungsi di atas karena memiliki struktur sebagai berikut.

Membran nukleus

Membran sel inilah yang membedakan antara sel eukaripotik dengan sel prokariotik, dimana pada sel prokariotik tidak ada membrane sel. Melalui membran sel inilah nukleus dapat mengeluarkan berbagai macam RNA dan sub unit ribosom ke sitoplasma karena memiliki struktur sebagai berikut:

Dalam mikroskop elekrton menunjukkan bahwa membran nucleus memiliki 2 lapis membran unit pararel yang dipisahkan oleh celah sempit  berukuran antar 40-70 nm yang disebut sisterna perinukleus atau intermembran space. Bersama-sama, pasangan membran inti serta celah diantarnya merupakan selapu inti. Setipa lapis membran strukturnya sama dengan struktur membran organel yang lain, yaitu adanya pospolipd bilayer. Membran luar dari selaput inti berhubungan langsung dengan sistem membran sitoplasma yang dikenal dengan reticulum endoplasma. Karena itu membran luar inti dan reticulum memiliki satu cirri sama yaitu keduanya ditaburi oleh ribosom, yang merupakan organel yang berperan dalam sintesis protein.

Dalam membran nukleus terdapat lamina fibrosa yaitu struktur protein yang berhubungan erat dengan selaput inti, yang variasi ketebalannya antar 80-300 nm tergantung dari sel yang diamati, namun pori membran nukleus tidak ditutupi oleh struktur ini. Lamina fibrosa terdiri dari 3 lapis polipeptida, disebut lamin, yang merupakan bagian dari matriks inti. Lamin inilah yang akan berperan saat pembelah sel. Saat fase telofase lamin inti akan terfosforilasi dan saat telofasi pori dan lamin akan mengalami defosorilasi yaitu lamina inti terbentuk kembali. Maka pada saat profase membran nukleus akan hilang akibat dari terfosforilasinya lamin.

Dalam membran nukleus terdapat pori inti yang menyediakan jalan diantara inrti dan sitoplasma. Pori ini begaris tengah rata-rata 70 nm. Pori ini tidak terbuka namun dijembatani oleh sebuah membran kedap elektron berupa difragma protein lapis-tunggal. Struktur ini lebih tipis dari membran yang membentuk selaput inti. Permeabilitas inti terhadap molekul sangat bervariasi namun semua pori permeable terhadap beberapa molekul misalnya mRNA, protein sitoplasma. Berikut struktur dari pori pada membran nukleus.
Kromatin

Kromatin pada saat interfase tampak sebagai butir-butir yang tersebar pada seluruh inti tanpa adanya benang-benang kromosom. Namun sebaliknya, jika inti sel sedang bermitosis buti-butir kromatin tidak terlihat dan akan tampak benang-benang kromosom. Istilah kromosom diperuntukan bagi kromatin yang membentuk gambaran sebagai batang-batang halus saat pembelahan sel. Kromosom tersusun atas molekul DNA (16%), RNA (12%) dan nucleoprotein (72%). Nukleoprotein sendiri tersusun atas berbagai jenis protein, yaitu protamin, histon, nonhiston dan berbagai enzim di antaranya polymerase DNA dan RNA.

Karena memiliki komatin inilah maka nukleus berfungasi sebagai imformasi genetik serta pengendali seluruh kegiatan sel. Pengendali seluruh kegiatan sel, karena dalam nukleus terdapat kromatin yang didalamnya terdapat DNA, melalui DNA inilah protein disintesis dengan bantuan RNA dan enzim. Protein merupakan molekul yang sangat penting bagi sel dan tubuh kita, karena enzim , hormon dan antibodi memerlukan protein.

Nukleolus

Struktur nukleolus (anak inti) akan terlihat di bawah pengamatan mikroskop electron sebagai sebuah atau lebih bangunan basofil yang berukuran lebih besar daripada ukuran butir-butir kromatin. Nukleolus merupakan tempat berlangsungnya transkripsi gen yang dari proses tersebut didapatkan molekul rRNA. rRNA adalah salah satu jenis RNA yang merupakan materi penyusun ribosom. Molekul rRNA yang baru terbentuk segera dikemas bersama protein ribosom untuk dikeluarkan dari inti sel.

Transkripsi molekul rRNA di dalam nukleolus menjamin terbentuknya molekul ribosom yang ada di dalam sitoplasma. Untuk kebutuhan tersebut, maka di dalam anak inti terdapat sejumlah potongan-potongan DNA (rDNA) yang ditranskripsi menjadi rRNA secara berulang-ulang dan berjalan sangat cepat dengan bantuan enzim RNA polymerase I. Potongan-potongan DNA tersebut dinamakan nucleolar organizer. Kandungan RNA dalam anak inti jika dibandingkan dengan bagian lain dari inti sel adalah tidak tetap, yaitu diperkirakan 5%-20%.
Nukleoplasma

Nukleoplasma merupakan substansi transparan, semi solid (agak padat), yang terletak di dalam nukleus. Komposisi tersusun dari asam, nukleat (DNA & RNA), yang merupakan materi genetik, protein dan garam-garam mineral.

Asam Nukleat

Asam terdapat dalam dua bentuk, yaitu: asam dioksiribosa (DNA) dan ribosa (RNA). Biasanya dalam nukleus kedua asam nukleat ini bergabung dengan protein yang disebut nukleuprotein. Banyaknya DNA dalam nukleus bervariasi. Misalnya pada nukleus sel salamander (Amphibia) mengandung DNA lebih banyak dibandingkan dengan nukleus sel mamalia.

Protein Nukleus

Jenis protein yang terdapat pada nukleus (Nukleuprotein) yaitu, protamin dan histon. Selain kedua jenis protein ini pada nukleus terdapat protein lain yang bersifat asam, yaitu: nonhiston protein dan enzim nukleus.

Garam-garam Mineral

Nukleus mengandung sejumlah kofaktor, prekursor dan mineral NAD, ATP, dan acetil CoA. Hasil analisis abu nukleus mengandung unsur fosfor kalium, natrium, kalsium dan magnesium. Fosfor banyak terdapat pada nucleolus.

DNA

Molekul DNA dikenal sebagai materi genetik yang menyimpan semua informasi penting tentang segala aktivitas sel yang harus dilakukan melangsungkan sebuah kehidupan. DNA atau Deoxyribonucleic acid diibaratkan sebagai perpustakaan besar yang didalamnya terdapat buku-buku penting (gen) dan tersimpan rapi di dalam inti sel. Molekul DNA memiliki struktur berupa dua untai polinukleutida (double strand) yang masing-masing untai polinukleutida tersusun atas rangkain nukleutida dalam bentuk deoksiribonukleutida. Setiap molekul nukleutida terdiri atas tiga gugus, yaitu gugus gula pentosa dalam bentuk deoksibosa, gugus fosfat dan gugus basa nitrogen.

Pada tahun 1953, Frances Crick dan James Watson menemukan model molekul DNA sebagai suatu struktur heliks beruntai ganda, atau yang lebih dikenal dengan heliks ganda Watson-Crick.DNA merupakan makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida yang berulang-ulang, tersusun rangkap, membentuk DNA haliks ganda dan berpilin ke kanan.Setiap nukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu :

Gula  karbon (2-deoksiribosa)

Basa nitrogen yang terdiri golongan purin yaitu adenin (Adenin=A) dan guanin (guanin = G), serta golongan pirimidin, yaitu sitosin (cytosine=C) dan timin (thymine=T)

Gugus fosfat

RNA

RNA (ribonucleic acid) atau asam ribonukleat merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik. RNA sebagai penyimpan informasi genetik misalnya pada materi genetik virus, terutama golongan retrovirus. RNA sebagai penyalur informasi genetik misalnya pada proses translasi untuk sintesis protein. RNA juga dapat berfungsi sebagai enzim (ribozim) yang dapat mengkalis formasi RNA-nya sendiri atau molekul RNA lain.

Struktur RNA

RNA merupakan rantai tungga polinukleotida. Setiap ribonukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu :

5 karbon

basa nitrogen yang terdiri dari golongan purin (yang sama dengan DNA) dan golongan pirimidin yang berbeda yaitu sitosin (C) dan Urasil (U)

gugus fosfat

Purin dan pirimidin yang berkaitan dengan ribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau ribonukleosida, yang merupakan prekursor dasar untuk sintesis DNA.Ribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat membentuk suatu nukleotida atau ribonukleotida.RNA merupakan hasil transkripsi dari suatu fragmen DNA, sehingga RNA merupakan polimer yang jauh lebih pendek dibandingkan DNA

TipeRNA

RNA terdiri dari tiga tipe, yaitu mRNA (messenger RNA) atau RNAd (RNA duta), tRNA (transfer RNA) atau RNAt (RNA transfer), dan rRNA (ribosomal RNA) atau RNAr (RNA ribosomal).

RNAd

RNAd merupakan RNA yang urutan basanya komplementer dengan salah satu urutan basa rantai DNA. RNAd membawa pesan atau kode genetik (kodon) dari kromosom (di dalam inti sel) ke ribosom (di sitoplasma). Kode genetik RNAd tersebut kemudian menjadi cetakan utnuk menetukan spesifitas urutan asam amino pada rantai polipeptida. RNAd berupa rantai tunggal yang relatif panjang.

RNAr

RNAr merupakan komponen struktural yang utama di dalam ribosom.Setiap subunit ribosom terdiri dari 30-46% molekul RNAr dan 70-80% protein.

RNAt

RNAt merupakan RNA yang membawa asam amino satu per satu ke ribosom. Pada salah satu ujung RNAt terdapat tiga rangkaian baa pendek (disebut antikodon). Suatu asam amino akan melekat pada ujung RNAt yang berseberangan dengan ujung antikodon. Pelekatan ini merupakan cara berfungsinya RNAt, yaitu membawa asam amino spesifik yang nantinya berguna dalam sintesis protein yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodonnya pada RNAd.

1. Membran inti


Membran inti ini ialah membran ganda fosfolipid yang mampu menyelimuti seluruh inti sel. Selain itu, membran inti ini pun memiliki fungsi untuk pemisah antara inti sel dan juga sitoplasma sel.

Fungsi nukleus bukan hanya keseluruhan, akan tetapi pada bagian-bagian nukleus pun memiliki fungsi tersendiri. Membran sel ini pun memiliki peran untuk mengatur pertukaran zat yang ada di dalam inti sel dengan yang ada di luar inti sel. Membran inti ini pun memiliki tiga bagian, antara lain:

- Membran luarMembran luar ini biasanya berhubungan secara langsung pada organel retikulum endoplasma kasar yang bertabur dengan ribosom.

- Ruang perinuklearRuang perinuklear ini merupakan ruangan yang tercipta diantara membran luar dan juga membran dalam.

- Membran dalamBagian paling dalam pada membran inti inilah yang disebut dengna membran dalam.

Fungsi nukleus pada membran inti ini sebagai pintu keluar masuk RNA dan juga protein. Selain itu, pada membran inti dari nukleus ini terdapat pori nukleus.

Pada pori nukleus ini terdapat 4 subunit, yaitu sub-unit kolom untuk membentuk dinding pori nukleus, sub-unit anular yang bisa membentuk spoke dan mengarah pada bagian tengah pori nukleus. Selain itu, ada pula sub-unit lumenal di mana protein trensmembran ini bisa menempelkan kompleks pori dengan membran inti nukleus. Ada pula sub-unit ring yang bisa membentuk permukaan sitosolok dan juga nuklear pada pori nukleus.

Bagian-bagian Nukleus


2. Nukleoplasma

Nukleoplasma ini ialah cairan kental dan juga transparan yang ada di dalam nukleus atau inti sel. Pada nukleoplasma ini pun terdapat kromatin, granula, nukleoprotein dan juga senyawa kima kompleks lainnya. Fungsi dari nukleoplasma ini pun hampir sama dengan yang dimiliki sitoplasma.

3. Nukleolus atau anak inti

Anak inti ini tersusun dari fosfoprotein, orthosfatm, DNA serta beberapa enzim. Selain itu, tentu saja nukleolus atau anak inti ini terdapat pada bagian dalam dari nukleus atau inti sel. Nukleolus sendiri bukan sebuah struktur yang tetap, hal ini dikarenakan nukleolus ini bisa saja menghilang ataupun mengecil saat tugas telah dilakukan.


5. Seluruh kegiatan kehidupan sel merupakan akibat dari reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel. Senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma. Protoplasma tersusun atas senyawa organik dan senyawa anorganik. Senyawa organik pada protoplasma berupa karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat.

• Karbohidrat. Karbohidrat berperan penting dalam proses fisiologi sel makhluk hidup. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi di dalam sel, cadangan energi, serta komponen struktural organel dan bagian sel lainnya.


• Lemak. Lemak berfungsi sebagi komponen membran plasma, hormon, dan vitamin.


• Protein. Protein merupakan senyawa kimia yang sangat kompleks. Protein memiliki dua peran utama, yaitu katalitik yang ditunjukkan oleh enzim dan mekanik yang ditunjukkan oleh protein otot.


• Asam nukleat. Asam nukleat merupakan materi inti sel yang berfungsi mengontrol aktivitas sel dan membawa informasi genetik.



Pembahasan lebih lengkap :

Senyawa-senyawa organik yang menyusun protoplasma terdiri atas: karbohidrat, protein, lemak, dan asam nukleat.


Karbohidrat


Merupakan senyawa organik yang dibangun oleh unsur-unsur C, H, dan O. fungsinya bagi kehidupan adalah sebagai sumber energi dan sebagai bahan pembentuk senyawa organik lainnya. Berdasarkan jumlah gugus gula yang menyusunnya, karbohidrat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:

Monosakarida; senyawa yang terdiri atas satu gugus gula, misalnya: glukosa, galaktosa, dan fruktosa.


Adanya glukosa di dalam suatu zat dapat diuji dengan reagen Benedict. Bila substrat yang mengandung glukosa diberi reagen ini, kemudian dipanaskan, maka hasil positifnya menunjukkan adanya warna merah bata.

Disakarida; senyawa yang terdiri atas dua gugus gula, misalnya:


Sukrosa, dibentuk dari glukosa + fruktosa


Maltosa, dibentuk dari glukosa + glukosa


Laktosa, dibentuk dari galaktosa + glukosa


Monosakarida dan disakarida larut dalam air dan berasa manis.

Polisakarida; senyawa yang terdiri atas banyak gugus gula, misalnya: amilum, glikogen, dan selulosa. Bahan organik ini tidak larut dalam air, tidak berasa, atau berasa pahit.


Untuk menguji adanya amilum dalam suatu substrat, digunakan larutan lugol atau jodium. Reaksinya akan menunjukkan adanya warna ungu, biru, atau hitam.

Lipida (lemak)


Senyawa ini dibentuk dari unsur-unsur C, H, dan O. komponen-komponen lemak terdiri atas senyawa-senyawa sederhana, yaitu asam lemak dan gliserol. Fungsi lipida adalah sebagai sumber energi cadangan, sebagai pembentuk membran sel, dan sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K

Lemak sederhana, misalnya; trigliserida


Lemak kompleks, misalnya: kolesterol, fosfolipid, dan glikolipid.


Adanya lipida di dalam suatu zat dapat diuji dengan meneteskan zat tersebut pada kertas koran, kemudian dibiarkan sampai kering. Hasil fositifnya ditunjukkan dengan kertas koran yang tembus cahaya bila dihadapkan pada sinar.

Protein


Protein dibentuk dari unsur-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang s, atau P. di dalam protoplasma, protein penting untuk membentuk membran plasma bersama lemak, membentuk dinding vakuola, membentuk organel-organel sel (misalnya: ribosom, mitokondrion, kromosom, dan kromatofor), dan sebagai bahan untuk membentuk enzim dan hormon.

Untuk menguji adanya protein dalam suatu substrat, diperlukan reagen Millon, Molisch, atau Biuret. Reaksi positifnya akan menunjukkan adanya gumpalan putih, dan jika dipanaskan akan timbul warna merah.

Asam nukleat


Dikenal sebagai asam inti. Senyawa ini merupakan bahan membentuk DNA (deoxyribonucleic acid), dan RNA (ribonucleic acid). DNA merupakan senyawa yang bertanggung jawab terhadap penurunan sifat. Sedangkan RNA merupakan senyawa yang berperan dalam sintesis protein.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktikum Pengaruh Cahaya terhadap pertumbuhan